Jumat, 16 November 2012

RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES


RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES (Kisah Nyata)

RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES
Hidup sukses, punya banyak uang, dan bisa bahagia siapa sih yang tidak mau, tapi kebanyakan orang tidak tahu rahasia bagaimana bisa menjadi orang sukses dan bahagia yang akhirnya mereka banyak melakukan hal-hal negatif sehingga baik dari sisi dunia atau dari sisi akhiratnya. Padahal untuk menjadi sukses plus bahagia tidak susah-susah sekali yakni hanya melakukan hal-hal yang kecil, tapi karena sangkin kecilnya banyak yang meremehkan.

Saudaraku yang kucintai karena Allah, dibawah ini ada sebuah kisah nyata yang dikisahkan oleh sahabat saya Rajendra yang ia dengar langsung dari sumber sang pemilik kisah, yang didalam kisah ini akan Anda dapatkan beberapa kiat yang sangat mudah, tapi sulit dilaksanakan, mungkin Anda berkata "Loh kok bisa begitu katanya kiat yang sangat mudah, tapi sulit untuk dilaksanakan?" Ya memang begitu kenyataannya kecuali bagi orang yang dimudahkan Allah untuk melakukannya.

Sebelumnya Anda harus mengetahui bahwa setiap kata "saya" itu ditujukkan kepada teman saya yang menceritakan kisah ini jadi kata saya bukan saya, tapi teman saya yaitu Rajendra. Berikut ini kisahnya dan selamat merenunginya...

* * *

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang (akan) saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal. "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak disangka beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.


RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.


RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.


RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka," begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya." Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga", (QS Ath Thalaq 2-3) saya menimpali."

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras." Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."


RAHASIA KEEMPAT

"Wah, makin menarik, nih." Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

"Heem... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja."

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya."

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

Admin: Sebelum melanjutkan mungkin ada diantara para pembaca terheran pada point keempat ini yang sekilas seolah-olah monogami suatu yang benar dan menjadi point kesuksessan, hal ini tidak benar dan yang saya tanggap dari point keempat ini bahwa kita harus mengetahui hak-hak istri dengan benar sehingga hak mereka tidak terabaikan karena kebanyakkan orang yang berpoligami ternyata malah melantarkan dan ini salah tidak sesuai dengan syari'at Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- yang menganjurkan untuk adil terhadap setiap istri, jadi sekali lagi pada point ini buka bermaksud poligami tidak benar/baik, tapi supaya pembaca tahu bahwa seorang istri punya hak yang wajib diberikan.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

Catatan: Khusus artikel ini saya melarang untuk di copy paste walaupun diberi link balik kecuali dengan izin langsung dari saya dan artikel ini sudah saya antisipasi "HAK CIPTA"

* * *

Sumber: Muhammad Al-ghazali


Read more: http://blogmuhammad23.blogspot.com/2012/07/rahasia-menjadi-orang-sukses.html#ixzz2CPzMnBWI

Arti Hidupp...


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ [Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan]


Arti Hidup yang Sesungguhnya

Apakah arti hidup yang sesungguhnya ???
Mungkin itulah pertanyaan yang sangat sering saya tanyakan di dalam hati saya. Apakah arti hidup saya???
Pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran saya adalah
1. Siapa Saya??
2. Darimana Saya??
3. Mau kemana Saya??, dan
4. Kenapa Saya ada di sini??
Pernahkah kita untuk mencoba berpikir bahwasanya hidup bukan apa yang telah kita lakukan tetapi apa yang akan kita lakukan. Seperti suatu algoritma pemrograman, ketika kita salah mengetikkan kode2 program sesuai dengan urutan algoritmanya maka program tersebut akan terdapat banyak sekali kesalahan.
Demikian halnya dengan kehidupan kita, ketika kita terlanjur  salah dalam melangkah dan mengambil keputusan maka yang kita temui hanyalah kesalahan dan kesalahan lagi sebelum kita berhasil memperbaiki setiap kode2 program dalam hidup kita.
Sebenarnya ini merupakan suatu hal yang sulit karena setiap orang memiliki prinsip dan pegangan hidup yang tidak sama. Itulah yang manguatkan karakter dan pribadi setiap orang. Ntah bagaimana dan seperti apa kehidupan ini yang sebenarnya. Namun yang Saya tahu bahwasanya kita hidup dan terlahir ke dunia adalah untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan alam di sekitar kita. Ketika kita telah memberikan manfaat bagi orang lain maka mungkin di situlah letak Arti Hidup yang sesungguhnya…..

ASUHAN KALA I PERSALINAN


ASUHAN KALA I PERSALINAN 
Asuhan Persalinan Normal
Tujuan asuhan persalinan normal adalah menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).  
Asuhan Persalinan Normal harus diterapkan sesuai dengan standar asuhan bagi semua ibu bersalin di setiap tahapan persalinan oleh setiap penolong persalinan yang kompeten dan dimanapun hal tersebut terjadi. Penolong persalinan mungkin saja seorang bidan, perawat, dokter umum atau spesialis obstetri tetapi mereka harus memahami dan mampu melaksanakan praktik terbaik dalam APN. 
1. Praktik terbaik dalam APN:
a. Pencegahan Infeksi 
b. Memantau kemajuan dan membuat keputusan klinik 
c. Asuhan Sayang Ibu 
d. Persiapan dan merujuk secara tepat waktu dan optimal bagi ibu dan bayi baru lahir.
e. Menghindarkan berbagai tindakan yang tidak perlu atau berbahaya 
f. Manajemen Aktif Kala III 
g. Inisiasi Menyusu Dini dan Kontak Kulit Ibu-Bayi
h. Asuhan Segera Bayi Baru Lahir   
i. Pemantauan kondisi optimal dan antisipasi komplikasi  
j. Asuhan Nifas 
k. Edukasi ibu dan keluarganya 
l. Rekam Medik, Pencatatan dan Pelaporan
2. Lima Benang Merah
Ada lima aspek dasar atau Lima Benang Merah, yang penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman, yaitu:
1. Membuat Keputusan Klinik 
2. Asuhan Sayang Ibu dan Sayang Bayi
3. Pencegahan Infeksi 
4. Pencatatan (Rekam Medik) asuhan persalinan 
5. Rujukan 
3. Rujukan 
B:  (Bidan)  Pastikan ibu/BBL didampingi penolong ke fasilitas rujukan. 
A:  (Alat) Bawa perlengkapan dan bahan-bahan asuhan persalinan, nifas dan BBL ke tempat rujukan. 
K:  (Keluarga) Informasikan kondisi terakhir dan minta keluarga ikut mendampingi ibu dan/atau BBL ke fasilitas rujukan. 
S:  (Surat) Buat surat rujukan dan informasikan asuhan sebelum dan alasan untuk dirujuk (lampirkan partograf yang telah dibuat).  
O:  (Obat) Bawa obat-obatan esensial dan peralatan resusitasi-stabilisasi selama di perjalanan dan saat tiba di fasilitas kesehatan rujukan.  
K:  (Kendaraan) Siapkan alat transportasi, pastikan kondisinya baik, nyaman dan dapat mencapai fasilitas rujukan pada waktu yang tepat. 
U:  (Uang) Ingatkan suami/keluarga untuk membawa cukup uang untuk biaya pengobatan dan belanja selama ibu/BBL tinggal di fasilitas rujukan. 
4. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Ibu Bersalin 
1. Anamnesis 
Tujuan anamnesis adalah mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan, kehamilan dan persalinan untuk membuat keputusan klinik, diagnosis dan rencana asuhan atau perawatan yang sesuai. Dokumentasikan semua temuan.  Setelah anamnesis lengkap, lakukan pemeriksaan fisik. 
2. Pemeriksaan Fisik 
keadaan umum
pemeriksaan abdomen  
periksa dalam
3. Mencatat dan Mengkaji Hasil Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik 
4. Pengenalan Dini Terhadap Masalah dan Penyulit 
Riwayat persalinan perabdominam/Seksio Sesaria
Perdarahan  
Usia gestasi kurang dari 37 minggu
Ketuban pecah disertai dengan keluarnya mekonium kental atau gawat janin
Ketuban  pecah (lebih dari 24 jam) dan tanda-tanda amnionitis 
Tekanan darah lebih dari 160/110 atau pre-eklampsia berat
Tinggi fundus 40 cm atau lebih (makrosomia, polihidramnion, kehamilan ganda)
Gawat janin 
Malpresentasi atau presentasi ganda (majemuk) 
Tali pusat menumbung 
Syok 
Belum in partu atau fase latent memanjang
Partus lama
Penyakit sistemik yang berat (ikterus, anemia, vitium cordis, TBC, DM)
5. Persiapan Asuhan Persalinan 
Di manapun asuhan persalinan dilaksanakan, lakukan persiapan umum berikut ini: 
kamar bersalin bersih, suhu nyaman, sirkulasi baik dan terlindung dari tiupan angin. 
air bersih dan mengalir untuk 24 jam. 
air disinfeksi tingkat tinggi (DTT)  
larutan sabun, antiseptik, dekontaminan/DTT, deterjen, kain pembersih, kain pel, sarung tangan dan peralatan-bahan proses peralatan pakai ulang 
ruang inpartu/observasi dan kamar mandi  
tempat tidur yang bersih untuk ibu dan rawat gabung BBL. 
meja resusitasi dan asuhan BBL (dilengkapi radiant warmer).
meja instrumen
wadah dan proses limbah 
1. Persiapan Peralatan, Obat-Obatan dan Bahan yang  Diperlukan
Daftar perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan untuk asuhan persalinan dan BBL diuraikan dalam Lampiran. Pastikan semuanya lengkap tersedia dan peralatan harus dalam keadaan siap pakai. Ketidak-mampuan menyediakan semua peralatan, obat, bahan dan pasokan pada saat diperlukan akan meningkatkan risiko komplikasi dan membahayakan keselamatan jiwa ibu dan BBL.  
2. Persiapan Rujukan.
Jika ibu datang hanya untuk mendapatkan asuhan persalinan dan kelahiran bayi dan tidak memahami bahwa kondisinya mungkin akan memerlukan upaya rujukan maka lakukan konseling terhadap ibu dan keluarganya untuk membantu mereka membuat rencana. Sebelum dirujuk, kaji ulang rencana rujukan bersama ibu dan keluarganya. Siapkan dan sertakan dokumentasi tertulis semua asuhan/perawatan yang telah diberikan dan kemajuan persalinan (partograf) untuk dibawa ke fasilitas rujukan. 
3. Dukungan Emosional 
Anjurkan suami dan keluarga untuk mendampingi ibu selama persalinan dan proses kelahiran bayinya. Minta mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu. Hargai keinginan ibu untuk menghadirkan kerabat atau teman khusus untuk menemaninya. 
4. Mengatur Posisi 
Anjurkan ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan minta suami dan pendamping lainnya untuk membantu ibu. Ibu boleh berjalan, berdiri, duduk, jongkok, berbaring miring atau merangkak. Posisi tegak atau jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan dapat memperpendek waktu persalinan. Beritahukan pada ibu untuk tidak berbaring telentang lebih dari 10 menit.  
5. Pemberian Cairan dan Nutrisi 
Anjurkan ibu untuk mendapat asupan (makanan ringan dan minum air) selama persalinan. Sebagian ibu masih ingin makan selama fase laten tetapi setelah masuk di fase aktif, mereka hanya ingin mengkonsumsi cairan saja. Minta agar keluarganya menawarkan ibu untuk minum dan makanan sesering mungkin selama persalinan. 
6. Kamar Mandi 
WHO dan Asosiasi Rumah Sakit Internasional tidak merekomendasikan kamar mandi/toilet di kamar bersalin dengan karena dapat meningkatkan risiko infeksi nosokomial dan menurunkan tingkat sanitasi kamar bersalin (tingginya frekuensi dan khalayak pengguna, lalu lintas antar ruang, cemaran mikroorganisme, percikan air atau sekret tubuh membasahi lantai yang basah dan meningkatkan risiko infeksi.    
7. Pencegahan Infeksi 
Menjaga sanitasi ruangan dan lingkungan harus pada tingkat tertinggi. Kepatuhan dalam menjalankan praktik-praktik pencegahan infeksi, akan melindungi penolong persalinan dan keluarga ibu dari infeksi. Anjurkan ibu membersihkan diri di awal persalinan dan memakai pakaian yang bersih. Praktik mencuci tangan, menggunakan peralatan steril/DTT dan barier protektif akan menurunkan risiko infeksi ke tingkat yang paling rendah.
8. Partograf  
Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik. Tujuan penggunaan partograf adalah:
Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 
Menilai persalinan berjalan normal atau abnormal
Rekam medik kondisi awal ibu dan bayi, asuhan yang diberikan, perubahan kondisi dan upaya koreksi kondisi ibu, kondisi bayi, kemajuan proses persalinan, bahan dan medikamentosa yang diberikan, pemeriksaan laboratorium, membuat keputusan klinik dan asuhan/tindakan yang diberikan dan keluaran pelayanan ibu bersalin dan bayi baru lahir 
Partograf digunakan untuk:
semua ibu dalam persalinan  
persalinan fisiologis maupun patologis. 
setiap fasilitas kesehatan baik pemerintah atau swasta
digunakan oleh semua penolong persalinan  
Catatan persalinan tersebut terdiri dari informasi dan kegiatan/asuhan berikut:
  • Data atau Informasi Umum
  • Kala I
  • Kala II
  • Kala III 
  • Bayi baru lahir 
  • Kala IV

Anda mungkin mencari ini:

  • kenyamanan IUD dalam melakukan hubungan seksual
  • hubungan pemakaian iud dengan tingkat kenyamanan
  • keaslian penelitian pemakaian alat medis terhadap infeksi nosokomial
kti hubungan pemakaian iud dengan tingkat kenyamanan pasangan dalam melakukan hubungan seksual