Kamis, 20 Desember 2012

Pegendalian PBK Kakao


HAMA/PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN KAKAO DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA

GEJALA SERANGAN a. Penggerek buah kakao (PBK)
Conopomorpha cramerella
Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi.
b. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp)
Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati, tetapi jika buah tumbuh terus, permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu, gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas.
c. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora)Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab.
METODE PENGENDALIAN
Usaha pengendalian hama/penyakit tersebut terutama dilakukan dengan sistem PHT (pengendalian hama terpadu).
• Hama penggerek buah.
Pengendaliannya dilakukan dengan : (1) karantina; yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK; 2) pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen; (3) mengatur cara panen, yaitu dengan melakukan panen sesering mungkin (7 hari sekali) lalu buah dimasukkan dalam karung sedangkan kulit buah dan sisa-sisa panen dibenam; (4) penyelubungan buah (kondomisasi), caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus.; (5) cara kimiawi: dengan Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali.
• Hama helopeltis
Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15 % sedangkan bila serangan >15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh. Selain itu hama helopeltis juga dapat dikendalikan secara biologis, menggunakan semut hitam. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula.
• Penyakit busuk buah.
Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu: (1) sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm; (2) kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun; (3) cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali; (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16, Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1

Minggu, 09 Desember 2012

Pengaruh Pemberian Pupuk P dan Berbagai Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Ultisol Mancang dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)


Pengaruh Pemberian Pupuk P dan Berbagai Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Ultisol Mancang dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)

Sifat dan Ciri Tanah Ultisol

Kata Ultisol berasal dari bahasa latin Ultimus, yang berarti terakhir atau dalam arti hal Ultisol, tanah yang paling terkikis  dan memperlihatkan pengaruh pencucian yang terahir. Ultisol memiliki horizon argilik degan kejenuhan basa yang rendah. Biasanya terdapat alumunium yang dapat dipertukarkan dalam jumlah yang tinggi. Pertanian dapat dipertahankan dengan perladangan berpisah atau dengan penggunaan pupuk. Beberapa sifat Ultisol yaitu :
  1. Kandungan tanah liat memperlihatkan perkembangan horizon argilik.
  2. Kandungan bahan organik dan semua horizon, kecuali Al yang sangat tipis, sangat rendah.
  3. Kapasitas tukar kation secara nisbi rendah, menyatakan kandungan bahan organik yang rendah dan adanya tanah liat berkapasitas pertukaran kation yang rendah sampai kaolinit.
  4. Jumlah basa  yang dapat di pertukarkan dan persentase kejenuhan basa adalah sangat rendah, kecuali untuk horizon Al yang sangat tipis. (Foth, 1994).
Menurut Munir (1996), komponen kimia tanah berperan besar dalam menentukan sifat dan ciri tanah umumnya dan kesuburan tanah. Ultisol merupakan tanah yang mengalami proses pencucian yang sangat intensif yang meyebabkan Ultisol miskin secara kimia dan secara fisik. Selain itu Ultisol mempunyai kendala kemasaman tanah, kejenuhan Aldd tinggi,                          kapasitas tukar kation rendah (< 24 me/100 g tanah), kandungan N rendah, kandungan fosfor dan kalium rendah serta sangat peka terhadap erosi.
Ultisol umumnya terdapat pada horison A yang tipis dengan kandungan bahan organik yang rendah. Unsur hara makro seperti fosfor dan kalium yang sering kahat, reaksi tanah masam hingga sangat masam, serta kejenuhan Al yang tinggi merupakan sifat-sifat Ultisol yang sering menghambat pertumbuhan tanaman. (Prasetyo dan Suriadikarta, 2004).
Tanah Ultisol ini dicirikan oleh kadar bahan organik dan muatan variabel yang amat rendah. Muatan listrik rendah itu, karena kandungan liat sesquioksida dan  liat 1:1, membentuk KTK yang juga sangat rendah. Umumnya tanah ini juga sangat tercuci (leached) hingga kandungan basa-basa menjadi sangat rendah. Hal ini menyebabkan pH tanah rendah sekali yang meningkatkan kadar Al bebas, hingga memperbesar bahaya toksisitas Al dan fiksasi fosfat (Tan, 1995).
Peranan Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah
Menurut Greenland dan Dart (1972) dalam Sanchez (1992) menunjukkan beberapa keuntungan bahan organik bagi pertanian tanpa pupuk:
1. Bahan organik menyediakan sebagian besar nitrogen dan belerang serta setengah dari fosfor yang diserap oleh tanaman yang tidak dipupuk.
2. Bahan organik menyediakan sebagian besar daya tukar kation tanah sangat lapuk yang masam, penurunan bahan organik dengan cepat mengakibatkan penurunan daya tukar kationnya secara tajam.
3. Dengan membentuk gabungan dengan bahan organik, oksida amorf tidak mengkristal.
4. Bahan organik membantu pengagregatan tanah, dengan demikian memperbaiki   sifat fisika tanah dan mengurangi kerentanan terhadap pengikisan pada tanah.
5. Bahan organik mengubah sifat menambat air, terutama pada tanah pasiran
6. Bahan Organik dapat membentuk gabungan dengan unsur hara mikro yang mencegah pencucian hara tersebut  (Sanchez, 1992).
Secara umum dapat dikatakan bahwa bahan organik memperbesar  keterse
diaan fosfor tanah, melalui hasil dekomposisinya yang menghasilkan asam – asam
organik dan CO2. Gas COlarut dalam air membentuk asam karbonat yang mampu melapukkan beberapa mineral primer tanah. (Nyakpa, dkk, 1988).
Cacing tanah peranannya cukup besar dalam meningkatkan kesuburan tanah. Sebagai fauna yang membuat liang, maka cacing tanah memakan tanah dan menghaluskan bahan organik. Bahan kascing sebagai hasil kegiatan cacing terkumpul baik di permukaan tanah maupun di dalam lorong cacing. Bahan kascing terdiri atas campuran bahan tanah dan hancuran bahan organik yang halus. Hasil kegiatan cacing tanah meningkatkan ketersediaan hara  karena lebih banyak mengandung hara Ca, Mg dan K daripada tanah di sekitarnya.Ketersediaan P mencapai 4-10 kali lipat daripada tanah di sekitarnya (Sutanto, 2002)
Selain mengandung unsur hara, kascing juga mengandung asam humat, seperti pupuk organik lainnya. Zat-zat humat bersama-sama dengan tanah liat berperan terhadap sejumlah reaksi kimia dalam tanah. Selain asam humat, kascing mengandung KTK yang tinggi. KTK kascing bervariasi dari 35 me/100g sampai 130me/100g. KTK tanah lebih rendah daripada KTK kascing. Dengan demikian, kascing dapat menambah hara ke dalam tanah atau kascing dapat meningkatkan kesuburan tanah.(Mulat, 2005).
Pengaruh pemberian limbah udang, limbah campuran dan limbah ikan teri terhadap pertambahan tinggi tanaman menunjukkan pola yang sama dengan pola pertambahan jumlah daun, panjang daun dan diameter batang semu pada tanaman jagung putih. Pemberian limbah udang dengan dosis 800 kg/ha memberikan hasil yang terbaik bila dibandngkan dengan pemberian limbah ikan campuran limbah ikan teri, namun antara perlakuan tersebut tidak memberikan perbedaan yang nyata (Nur dan Sitepu, 1995).
Pemberian limbah udang pada tanah masam diharapkan mampu meningkatkan pengambilan hara P melalui perbaikan pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman dan teratasinya keracunan Al serta menurunnya Al-P dan Fe-P yang sukar larut. Dengan terbebasnya P dari ikatan senyawa beracun seperti Al-P dan Fe-P maka ketersediaan P semakin tinggi dan jumlah P yang dapat diserap tanaman juga akan semakin tinggi (Nur dan Sitepu, 1995).
Siahaan, et al, (1997) melaporakan bahwa, aplikasi TKS dengan berbagai dosis tanpa maupun dengan tambahan pupuk anorganik secara nyata meningkatkan perubahan sifat kimia tanah yaitu pH, C-organik, N, P-tersedia, KTK dan kejenuhan basa. Sedangkan kadar Al tertukar dalam tanah dengan aplikasi TKS ini mengalami penurunan. Hal ini tersebut menunjukkan bahwa aplikasi TKS sebagai sumber bahan organik dapat mengikat (chelates) Al sehingga terbentuk ikatan Al-organik. Hal tersebut akan menurunkan Al tertukar dan meningkatkan pH tanah. Pembentukan ikatan Al-organik juga mengurangi ikatan AL-P dalam tanah sehingga terjadi peningkatan ketersediaan P dalam tanah.
Karbon Organik tanah bersumber dari hasil dekomposisi bahan organik yang berada dalam tanah. Bahan organik ini dalam bentuk sisa tanaman dan hewan. Adapun bahan-bahan organik yang diberikan ke tanah seperti kompos dan pupuk kandang. Kadar C-organik merupakan salah satu parameter yang menentukan kesuburan tanah (Foth, 1994).
Unsur Hara Fosfor
Tanaman lebih banyak menyerap H2PO-4 dibandingkan HPO=4 dan PO43-. Kesetimbangan ion-ion ini dalam larutan tanah dikendalikan oleh pH tanah. Serapan fosfat terbesar terjadi pada kisaran pH 4,0-8,0 dan di atas atau dibawah nilai ini akan menyusut. Pada kisaran pH itu larutan tanah lebih banyak mengandung ion-ion fosfat (Mas’ud, 1992).
Secara umum fungsi dari fosfor dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :
  • dapat mempercepat pertumbuhan akar semai
  • dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi dewasa pada umurnya.
  • dapat mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
(Sutedjo, 2002).
Secara umum fungsi dari fosfor dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut dapat mempercepat pertumbuhan akar semai, dapat mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi dewasa pada umumnya, dan mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah (Sutedjo, 2002)
Unsur Hara Kalium
Tanaman menyerap ion K+ hasil pelapukan, pelepasan dari situs pertukaran kation tanah dan dekomposisi bahan organik yang terlarut dalam larutan tanah.kadar K-tertukar tanah biasanya sekitar 0,5-0,6% dari total K tanah. K-larutan + Ktertukar merupakan K-tersedia tanah.  (Hanafiah, 2005).
Dalam hal mobilitasnya di dalam tanah, kalium berada diantara nitrogen dan fosfor.Kalium terlarut dan kalium yang dapat dipertukarkan keduanya dianggap tersedia bagi tanaman.  (Foth, 1994).
Kalium merupakan unsur hara yang essensial bagi seluruh jasad hidup. Pada jaringan tanaman tinggi, kalium menyusun 1.7-2.7 % bahankering daun normal. Kebutuhan tanaman terhadap ion K+tidak dapat diganti oleh kation alkali lain. Kalium terlibat dalam berbagai proses fisiologi tanaman, terutama berperan dalam berbagai reaksi biokimia. Beberapa eungi kalium dalam tubuh tanaman antara lain : sebagai pengaktif beberapa enzim, berperan dalam sintesis protein dan pati dan pemindahan fotosintat (Mas’ ud, 1992).
Tanaman Jagung
Iklim
Penanaman jagung di dunia tersebar luas di daerah subtropik ataupun tropic. Tanaman jagung dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh. Secara umum, tanaman jagung dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi ± 1.300m dpl, kisaran suhu udara antara 130C-380C, dan mendapat sinar matahari penuh. Di Indonesia tanaman jagung tumbuh dan berproduksi optimum di dataran rendah sampai ketinggian 750 m dpl. Selama pertumbuhan tanaman jagung membutuhkan suhu optmum antara 230C-270C. Suhu panas dan lembab amat baik bagi pertumbuhan tanaman jagung pada periode tanam sampai fase reproduktif, terutama sampai akhir pembuahan (Supraptodan Marzuki, 2002).
Curah huajn yang ideal untuk tanaman jagung adalah antara 100 mm-200 mm per bulan. Curah hujan paling optimum adalah sekitar 100 mm- 125 mm perbulan dengan distribusi yang merata. Tanaman jagung membutuhkan penyinaran matahari penuh, maka tempat penanamannya harus terbuka. Ditempat yang terlindungi, pertumbuhan batang tanaman jagung menjadi kurus dan tongkolnya ringan sehingga produksinya cenderung menurun (Rukmana, 1997).
Keadaan iklim di daerah yang akan dijadikan lahan untuk bertanam jagung memiliki curah hujan 100-200 mm/bulan dengan penyerapan merata intensitas sinar 100%, temperature 160C-380C, suhu optimum 240C-300C. Tinggi tempat 0-1300 m dpl dan tipe iklimnya A-E oldeman (Supraptodan Marzuki, 2002).
Tanah
Tanah berdebu yang kaya hara dan humus amat cocok untuk tanaman jagung. Tanah-tanah berpasir dapat ditanami jagung dengan pengelolaan air yang baik dan penambahan pupuk organik. Ini jelas bahwa tanaman jagung membutuhkan tanah yang berstruktur lempung, lempung berdebu ataupun lempung berpasir, dengan struktur tanah remah, aerasi dan drainasenya baik, serta cukup air. Keadaan tanah demikian dapat memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanah tersebut subur, gembur, dan kaya akan bahan orgnik. Tanaman jagung toleran terhadap reaksi keasaman tanah pada kisaran pH 5,5-7,0. Tingkat kemasaman tanah yang baik untuk tanaman jagung adalah pada pH 6,8. Bila lahan kering ber pH masam (pH kurang dari 5,5) dialokasikan untuk penanaman jagung, perlu dilakukan pengapuran lebih dahulu (Rukmana, 1997).
Tanah yang baik untuk tanaman jagung adalah yang bertekstur lempung, lempung berdebu atau lempung berpasir. Struktur tanahnya gembur dan kaya bahan organic. Derajat kemasaman (pH 5,5-7,6 dan pH optimal 6,8). Kemiringan tanah tidak lebih dari 8%. Lokasi lahan di areal terbuka seperti halnya persawahan padi. Bebas dari genangan air dan tidak terendam air serta dapat diairi bila diperlukan (Martodiraso dan Suryanto, 1999).
Tanaman jagung mengadsorbsi P dalam jumlah relatif sedikit dari pada absorbsi hara N dan K. Pola akumulasi P tanaman jagung hampir sama dengan akumulasi hara N. Pada fase pertumbuhan akumulasi P sangat lambat, namun setelah berumur 4 minggu meningkat dengan cepat. Konsentrasi P dalam daun terus menurun dengan waktu sedangkan konsentrasi P dalam batang cukup besar dan hara P terdapat dalam biji (Fathan, dkk, 1988).

Jumat, 16 November 2012

RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES


RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES (Kisah Nyata)

RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES
Hidup sukses, punya banyak uang, dan bisa bahagia siapa sih yang tidak mau, tapi kebanyakan orang tidak tahu rahasia bagaimana bisa menjadi orang sukses dan bahagia yang akhirnya mereka banyak melakukan hal-hal negatif sehingga baik dari sisi dunia atau dari sisi akhiratnya. Padahal untuk menjadi sukses plus bahagia tidak susah-susah sekali yakni hanya melakukan hal-hal yang kecil, tapi karena sangkin kecilnya banyak yang meremehkan.

Saudaraku yang kucintai karena Allah, dibawah ini ada sebuah kisah nyata yang dikisahkan oleh sahabat saya Rajendra yang ia dengar langsung dari sumber sang pemilik kisah, yang didalam kisah ini akan Anda dapatkan beberapa kiat yang sangat mudah, tapi sulit dilaksanakan, mungkin Anda berkata "Loh kok bisa begitu katanya kiat yang sangat mudah, tapi sulit untuk dilaksanakan?" Ya memang begitu kenyataannya kecuali bagi orang yang dimudahkan Allah untuk melakukannya.

Sebelumnya Anda harus mengetahui bahwa setiap kata "saya" itu ditujukkan kepada teman saya yang menceritakan kisah ini jadi kata saya bukan saya, tapi teman saya yaitu Rajendra. Berikut ini kisahnya dan selamat merenunginya...

* * *

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang (akan) saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal. "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak disangka beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.


RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.


RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.


RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka," begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya." Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga", (QS Ath Thalaq 2-3) saya menimpali."

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras." Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."


RAHASIA KEEMPAT

"Wah, makin menarik, nih." Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

"Heem... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja."

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya."

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

Admin: Sebelum melanjutkan mungkin ada diantara para pembaca terheran pada point keempat ini yang sekilas seolah-olah monogami suatu yang benar dan menjadi point kesuksessan, hal ini tidak benar dan yang saya tanggap dari point keempat ini bahwa kita harus mengetahui hak-hak istri dengan benar sehingga hak mereka tidak terabaikan karena kebanyakkan orang yang berpoligami ternyata malah melantarkan dan ini salah tidak sesuai dengan syari'at Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- yang menganjurkan untuk adil terhadap setiap istri, jadi sekali lagi pada point ini buka bermaksud poligami tidak benar/baik, tapi supaya pembaca tahu bahwa seorang istri punya hak yang wajib diberikan.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

Catatan: Khusus artikel ini saya melarang untuk di copy paste walaupun diberi link balik kecuali dengan izin langsung dari saya dan artikel ini sudah saya antisipasi "HAK CIPTA"

* * *

Sumber: Muhammad Al-ghazali


Read more: http://blogmuhammad23.blogspot.com/2012/07/rahasia-menjadi-orang-sukses.html#ixzz2CPzMnBWI

Arti Hidupp...


اقْرَØ£ْ بِاسْÙ…ِ رَبِّÙƒَ الَّذِÙŠ Ø®َÙ„َÙ‚َ [Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan]


Arti Hidup yang Sesungguhnya

Apakah arti hidup yang sesungguhnya ???
Mungkin itulah pertanyaan yang sangat sering saya tanyakan di dalam hati saya. Apakah arti hidup saya???
Pertanyaan yang selalu hadir dalam pikiran saya adalah
1. Siapa Saya??
2. Darimana Saya??
3. Mau kemana Saya??, dan
4. Kenapa Saya ada di sini??
Pernahkah kita untuk mencoba berpikir bahwasanya hidup bukan apa yang telah kita lakukan tetapi apa yang akan kita lakukan. Seperti suatu algoritma pemrograman, ketika kita salah mengetikkan kode2 program sesuai dengan urutan algoritmanya maka program tersebut akan terdapat banyak sekali kesalahan.
Demikian halnya dengan kehidupan kita, ketika kita terlanjur  salah dalam melangkah dan mengambil keputusan maka yang kita temui hanyalah kesalahan dan kesalahan lagi sebelum kita berhasil memperbaiki setiap kode2 program dalam hidup kita.
Sebenarnya ini merupakan suatu hal yang sulit karena setiap orang memiliki prinsip dan pegangan hidup yang tidak sama. Itulah yang manguatkan karakter dan pribadi setiap orang. Ntah bagaimana dan seperti apa kehidupan ini yang sebenarnya. Namun yang Saya tahu bahwasanya kita hidup dan terlahir ke dunia adalah untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan alam di sekitar kita. Ketika kita telah memberikan manfaat bagi orang lain maka mungkin di situlah letak Arti Hidup yang sesungguhnya…..

ASUHAN KALA I PERSALINAN


ASUHAN KALA I PERSALINAN 
Asuhan Persalinan Normal
Tujuan asuhan persalinan normal adalah menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).  
Asuhan Persalinan Normal harus diterapkan sesuai dengan standar asuhan bagi semua ibu bersalin di setiap tahapan persalinan oleh setiap penolong persalinan yang kompeten dan dimanapun hal tersebut terjadi. Penolong persalinan mungkin saja seorang bidan, perawat, dokter umum atau spesialis obstetri tetapi mereka harus memahami dan mampu melaksanakan praktik terbaik dalam APN. 
1. Praktik terbaik dalam APN:
a. Pencegahan Infeksi 
b. Memantau kemajuan dan membuat keputusan klinik 
c. Asuhan Sayang Ibu 
d. Persiapan dan merujuk secara tepat waktu dan optimal bagi ibu dan bayi baru lahir.
e. Menghindarkan berbagai tindakan yang tidak perlu atau berbahaya 
f. Manajemen Aktif Kala III 
g. Inisiasi Menyusu Dini dan Kontak Kulit Ibu-Bayi
h. Asuhan Segera Bayi Baru Lahir   
i. Pemantauan kondisi optimal dan antisipasi komplikasi  
j. Asuhan Nifas 
k. Edukasi ibu dan keluarganya 
l. Rekam Medik, Pencatatan dan Pelaporan
2. Lima Benang Merah
Ada lima aspek dasar atau Lima Benang Merah, yang penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman, yaitu:
1. Membuat Keputusan Klinik 
2. Asuhan Sayang Ibu dan Sayang Bayi
3. Pencegahan Infeksi 
4. Pencatatan (Rekam Medik) asuhan persalinan 
5. Rujukan 
3. Rujukan 
B:  (Bidan)  Pastikan ibu/BBL didampingi penolong ke fasilitas rujukan. 
A:  (Alat) Bawa perlengkapan dan bahan-bahan asuhan persalinan, nifas dan BBL ke tempat rujukan. 
K:  (Keluarga) Informasikan kondisi terakhir dan minta keluarga ikut mendampingi ibu dan/atau BBL ke fasilitas rujukan. 
S:  (Surat) Buat surat rujukan dan informasikan asuhan sebelum dan alasan untuk dirujuk (lampirkan partograf yang telah dibuat).  
O:  (Obat) Bawa obat-obatan esensial dan peralatan resusitasi-stabilisasi selama di perjalanan dan saat tiba di fasilitas kesehatan rujukan.  
K:  (Kendaraan) Siapkan alat transportasi, pastikan kondisinya baik, nyaman dan dapat mencapai fasilitas rujukan pada waktu yang tepat. 
U:  (Uang) Ingatkan suami/keluarga untuk membawa cukup uang untuk biaya pengobatan dan belanja selama ibu/BBL tinggal di fasilitas rujukan. 
4. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik Ibu Bersalin 
1. Anamnesis 
Tujuan anamnesis adalah mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan, kehamilan dan persalinan untuk membuat keputusan klinik, diagnosis dan rencana asuhan atau perawatan yang sesuai. Dokumentasikan semua temuan.  Setelah anamnesis lengkap, lakukan pemeriksaan fisik. 
2. Pemeriksaan Fisik 
keadaan umum
pemeriksaan abdomen  
periksa dalam
3. Mencatat dan Mengkaji Hasil Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik 
4. Pengenalan Dini Terhadap Masalah dan Penyulit 
Riwayat persalinan perabdominam/Seksio Sesaria
Perdarahan  
Usia gestasi kurang dari 37 minggu
Ketuban pecah disertai dengan keluarnya mekonium kental atau gawat janin
Ketuban  pecah (lebih dari 24 jam) dan tanda-tanda amnionitis 
Tekanan darah lebih dari 160/110 atau pre-eklampsia berat
Tinggi fundus 40 cm atau lebih (makrosomia, polihidramnion, kehamilan ganda)
Gawat janin 
Malpresentasi atau presentasi ganda (majemuk) 
Tali pusat menumbung 
Syok 
Belum in partu atau fase latent memanjang
Partus lama
Penyakit sistemik yang berat (ikterus, anemia, vitium cordis, TBC, DM)
5. Persiapan Asuhan Persalinan 
Di manapun asuhan persalinan dilaksanakan, lakukan persiapan umum berikut ini: 
kamar bersalin bersih, suhu nyaman, sirkulasi baik dan terlindung dari tiupan angin. 
air bersih dan mengalir untuk 24 jam. 
air disinfeksi tingkat tinggi (DTT)  
larutan sabun, antiseptik, dekontaminan/DTT, deterjen, kain pembersih, kain pel, sarung tangan dan peralatan-bahan proses peralatan pakai ulang 
ruang inpartu/observasi dan kamar mandi  
tempat tidur yang bersih untuk ibu dan rawat gabung BBL. 
meja resusitasi dan asuhan BBL (dilengkapi radiant warmer).
meja instrumen
wadah dan proses limbah 
1. Persiapan Peralatan, Obat-Obatan dan Bahan yang  Diperlukan
Daftar perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan untuk asuhan persalinan dan BBL diuraikan dalam Lampiran. Pastikan semuanya lengkap tersedia dan peralatan harus dalam keadaan siap pakai. Ketidak-mampuan menyediakan semua peralatan, obat, bahan dan pasokan pada saat diperlukan akan meningkatkan risiko komplikasi dan membahayakan keselamatan jiwa ibu dan BBL.  
2. Persiapan Rujukan.
Jika ibu datang hanya untuk mendapatkan asuhan persalinan dan kelahiran bayi dan tidak memahami bahwa kondisinya mungkin akan memerlukan upaya rujukan maka lakukan konseling terhadap ibu dan keluarganya untuk membantu mereka membuat rencana. Sebelum dirujuk, kaji ulang rencana rujukan bersama ibu dan keluarganya. Siapkan dan sertakan dokumentasi tertulis semua asuhan/perawatan yang telah diberikan dan kemajuan persalinan (partograf) untuk dibawa ke fasilitas rujukan. 
3. Dukungan Emosional 
Anjurkan suami dan keluarga untuk mendampingi ibu selama persalinan dan proses kelahiran bayinya. Minta mereka berperan aktif dalam mendukung dan mengenali berbagai upaya yang mungkin sangat membantu kenyamanan ibu. Hargai keinginan ibu untuk menghadirkan kerabat atau teman khusus untuk menemaninya. 
4. Mengatur Posisi 
Anjurkan ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan minta suami dan pendamping lainnya untuk membantu ibu. Ibu boleh berjalan, berdiri, duduk, jongkok, berbaring miring atau merangkak. Posisi tegak atau jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan dapat memperpendek waktu persalinan. Beritahukan pada ibu untuk tidak berbaring telentang lebih dari 10 menit.  
5. Pemberian Cairan dan Nutrisi 
Anjurkan ibu untuk mendapat asupan (makanan ringan dan minum air) selama persalinan. Sebagian ibu masih ingin makan selama fase laten tetapi setelah masuk di fase aktif, mereka hanya ingin mengkonsumsi cairan saja. Minta agar keluarganya menawarkan ibu untuk minum dan makanan sesering mungkin selama persalinan. 
6. Kamar Mandi 
WHO dan Asosiasi Rumah Sakit Internasional tidak merekomendasikan kamar mandi/toilet di kamar bersalin dengan karena dapat meningkatkan risiko infeksi nosokomial dan menurunkan tingkat sanitasi kamar bersalin (tingginya frekuensi dan khalayak pengguna, lalu lintas antar ruang, cemaran mikroorganisme, percikan air atau sekret tubuh membasahi lantai yang basah dan meningkatkan risiko infeksi.    
7. Pencegahan Infeksi 
Menjaga sanitasi ruangan dan lingkungan harus pada tingkat tertinggi. Kepatuhan dalam menjalankan praktik-praktik pencegahan infeksi, akan melindungi penolong persalinan dan keluarga ibu dari infeksi. Anjurkan ibu membersihkan diri di awal persalinan dan memakai pakaian yang bersih. Praktik mencuci tangan, menggunakan peralatan steril/DTT dan barier protektif akan menurunkan risiko infeksi ke tingkat yang paling rendah.
8. Partograf  
Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik. Tujuan penggunaan partograf adalah:
Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 
Menilai persalinan berjalan normal atau abnormal
Rekam medik kondisi awal ibu dan bayi, asuhan yang diberikan, perubahan kondisi dan upaya koreksi kondisi ibu, kondisi bayi, kemajuan proses persalinan, bahan dan medikamentosa yang diberikan, pemeriksaan laboratorium, membuat keputusan klinik dan asuhan/tindakan yang diberikan dan keluaran pelayanan ibu bersalin dan bayi baru lahir 
Partograf digunakan untuk:
semua ibu dalam persalinan  
persalinan fisiologis maupun patologis. 
setiap fasilitas kesehatan baik pemerintah atau swasta
digunakan oleh semua penolong persalinan  
Catatan persalinan tersebut terdiri dari informasi dan kegiatan/asuhan berikut:
  • Data atau Informasi Umum
  • Kala I
  • Kala II
  • Kala III 
  • Bayi baru lahir 
  • Kala IV

Anda mungkin mencari ini:

  • kenyamanan IUD dalam melakukan hubungan seksual
  • hubungan pemakaian iud dengan tingkat kenyamanan
  • keaslian penelitian pemakaian alat medis terhadap infeksi nosokomial
kti hubungan pemakaian iud dengan tingkat kenyamanan pasangan dalam melakukan hubungan seksual